Investasi Baru Baja Galvanis Dukung Pertumbuhan Industri Otomotif

From Human's Love
Jump to: navigation, search

Presiden Jokowi mencanangkan kembali tekad Pemerintah untuk menjadikan otomotif sebagai industry andalan Indonesia pada peresmian pabrik Mitsubishi di Cikarang. Untuk pengunjung yang tertarik mengembangkan bisnis dibidang otomotif perlu datang ke program GIIAS Autopreneur, yang akan menghadirkan beberapa influencer otomotif dan pakar-pakar otomotif dari Surabaya untuk memberikan pengetahuan tentang industri otomotif yang sedang berkembang saat untuk automotive enthusiast berbagai program seru juga bisa diikuti, seperti test drive, test ride, community gathering, dan auto contest.
Industri otomotif menjadi salah satu andalan pada kebijakan industri nasional, yang juga memberikan nilai besar dalam produk domestik bruto. Acara ini dipimpin oleh langsung oleh Menteri Perindustrian R.I., Bapak Saleh Husin yang didampingi oleh Inspektur Jenderal Kementerian Perindustrian Bapak Sorjono dan diikuti oleh seluruh penanggung jawab Agen Pemegang Merek (APM) di Indonesia yang juga merupakan anggota GAIKINDO.

Komitmen dari industri otomotif Indonesia juga akan tercermin dari berbagai teknologi dan produk terbaru yang dihadirkan pada GIIAS 2018. Pada tahun 2011, industri tekstil tumbuh pesat yaitu sampai Triwulan III telah tumbuh sekitar 8,6%, padahal selama ini pertumbuhan industri tekstil termasuk lambat bahkan tahun 2007 dan 2008 pertumbuhannya negatif. Sektor industri menilai perlu kebijakan-kebijakan yang mendorong iklim investasi.
Strategi utama pemerintah adalah dengan berupaya menarik investasi industri untuk menjalankan hilirisasi sehingga dapat mensubstitusi solid gold . Perubahan struktur perekonomian Indonesia menuju ekonomi berbasis jasa, menurunkan kontribusi industri manufaktur Indonesia menjadi 20 persen pada tahun 2018 setelah sebelumnya mencapai titik tertinggi sebesar 26 persen pada tahun 2001.

Jusuf Kalla Wakil Presiden Republik Indonesia membuka The 12th GAIKINDO International Automotive Conference (GIAC) dengan memaparkan pentingnya perkembangan industri otomotif Indonesia, karena sektor ini mempunyai multiply effect terhadap industri dan sektor lainnya. Hal ini didorong oleh peningkatan produk domestik bruto (PDB) Indonesia yang sudah mencapai US$ 3.000.
Industri otomotif global telah berkembang pesat dan berbagai teknologi terkini telah diciptakan untuk memudahkan mobilisasi publik. Sebelumnya, komitmen itu didapat melalui pejabat perwakilan BKPM di Taiwan yang mempromosikan Indonesia sebagai lokasi investasi pada sektor industri pendukung otomotif. Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) pada Februari 2019, ekspor motor ke pasar global tumbuh 42% dengan total pengiriman 54.750 unit.

Kapasitas produksi urea kami melebihi kewajiban PSO (Public Service Obligation) dari Pemerintah dan kelebihan tersebut digunakan untuk pemenuhan kebutuhan pasar komersil (perkebunan, industri dan ekspor). Industri otomotif nasional saat ini terus berkembang sesuai dengan harapan. Namun pada tahun 2010, ekspor industri manufaktur telah sepenuhnya pulih kembali dan meningkat lebih dari 30% dibanding tahun 2009.


Sampai saat ini, Indonesia masih menempati urutan kedua setelah Thailand yang menguasai 50% dari total produksi mobil di wilayah Asean. Pada periode tersebut, ekspor rumput laut Indonesia mencapai 154,36 ribu ton. Sementara itu, Wakil Presiden Republik Indonesia, M. Jusuf Kalla menjelaskan, bahwa Industri mobil Indonesia sudah berusia hampir 100 tahun. Low-cost green car (LCGC) adalah mobil dengan harga terjangkau, dan efisien menggunakan bahan bakar, yang diperkenalkan ke pasar Indonesia di akhir 2013 setelah Pemerintah telah menawarkan insentif-insentif pajak untuk para pemanufaktur mobil yang memenuhi persyaratan-persyaratan untuk target efisiensi BBM.
Kini Indonesia masih menjadi negara tujuan utama untuk investasi di sektor industri otomotif. Saat itu, kami bergantung pada ekspor komoditas, namun lima tahun terakhir, Indonesia fokus pada ekspor sektor manufaktur yang bernilai tambah tinggi,” pungkasnya. Tak heran lanjut Harjanto, jika industri otomotif berkembang, maka sektor industri pendukungnya juga akan ikut berkembang.
Meski terdapat beragam merk mobil dan motor dari seluruh dunia, pasar otomotif domestik masih di dominasi oleh merk-merk Jepang. Sejak 2012, penjualan mobil di Indonesia selalu di atas satu juta unit per tahun menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo). Potensi pasar otomotif Indonesia sangatlah besar. Intinya, bahwa untuk mendapatkan potongan atau bahkan pembebasan bea impor, perusahaan otomotif mesti memiliki kandungan lokal 20% di tahun pertama produksi, 40% di tahun kedua, dan 60% di tahun ketiga.